Ketika Tubuh Sehadapan dengan Teks

Latihan Sesi Selasa, 14 Mei 2013

Ketika Tubuh Sehadapan dengan Teks


Fragmentasi Ruang Terasing


Apa yang sedang engkau pikirkan, ketika teks memacu adrenalin di sekujur tubuhmu. Panggung tak lebih sebuah arena sirkus. Jutaan mata bagai anak panah menancap di setiap bagian engsel yang biasa kau gerakkan dengan mudah. Teks telah mencuri seluruh kekuatan itu. Tak ada lagi bagian yang tersisa, kecuali panggung yang hampa.

Dimana petamu? Apakah teks itu juga telah mengambil bagian yang telah kau siapkan di atas rencana-rencanamu semalam. Carilah. Bagian itu teramat penting untuk engkau abaikan. Teks akan mengadopsi menjadi bagian anak kalimat yang akan meracuni pikiranmu.

Janganlah berpikir untuk sementara waktu. Biarkan udara dari sisa pabrik dan CO2 menjadi pencerahan dari pagi yang buruk. Teks telah mencuri bel sepeda tukang pos. Juga jam tangan. Dan ia akan membiarkan sepi untuk beberapa saat sebelum sirene penjara memanjat dinding langit. 


Bergegaslah. 

Berkemaslah.

Segeralah.

Belatung menyerupai teks menyengat bola matamu. 
























Kesadaran yang kau bangun dalam tubuh tanpa teks, maka menjelmalah kau menjadi zombie.
Aku tak segan melumatmu dalam sekejap menjadi huruf-huruf yang kau eja di meja makan, sidang parlemen, tukang loak, pengadilan, terminal, pasar dan tempat-tempat pelacuran.









Komentar

Postingan Populer