Di Sebalik Kaca Buram


Di Sebalik Kaca Buram



Sungguh, aku tak mungkin membencimu. Bahkan, bila perlu aku akan segera memaafkanmu. Meski darah yang telah lindap itu, menjadi catatan muramku. Juga yang lainnya. Dipenghujung musim kadang angin tak bersahabat. Tetapi perangaimu telah merusak cuaca. mengundang badai serta tali pada karang di ujung sape. Dan disudut ruang yang muram itu, engkau tampak merajuk. Bahkan kaca bening pun tak akan menampakkan wajah durjanamu itu.

Komentar

Postingan Populer