PADANG KATA TERBAKAR
Pengarsipan Teater Lho Indonesia
30 thn (1990)
Lakon Padang Kata Terbakar berangkat dari sebuah prosa pendek. Lalu saya coba angkat menjadi sebuah artikel yang kebetulan untuk menyesuaikan dengan tema Hari Lingkungan Hidup se Dunia. Sayangnya, saya pribadi kurang mengingat kapan secara pasti lakon ini dipentaskan.
Pada proses lakon Padang Kata Terbakar, saya tidak bekerja sendiri melainkan dibantu seorang koreografer tari, mas Wuwu. Begitu kawan-kawan kami akrab memanggilnya. Saya hanya ingat sedikit bahwa mas Wuwu waktu itu berasal dari Malang. Tapi, apakah benar belio asli dari Malang? Saya juga kurang ingat secara pasti. Saya mengenalnya dari rekan sesama teater.
Perkenalan itu ternyata tidak saja berhenti sebatas teman. Lebih dari itu, kami sering melakukan latihan bersama dan melakukan diskusi sederhana. Dari intensitas itu, lalu terbetiklah untuk menggarap sebuah karya panggung yang tidak melulu sebatas verbal. Atau pendek kata, siapa saja dapat terlibat dalam workshop tersebut. Sehingga dalam waktu singkat, kami berkumpul dari berbagai unsur seperti mahasiswa, seniman tari, teater, pemusik dan perupa.
Lalu, saya menyuguhkan sebuah prosa pendek berjudul Padang Kata Terbakar. Isinya tentang gambaran hutan produksi yang sebagian besar nyaris punah. Dari prosa pendek itu, lalu saya buat juga artikel pendek untuk bahan diskusi kami. Maka, setelah mengalami proses selama kurun 3 bulan lamanya, kami mengangkat lakon Padang Kata Terbakar dengan format teater tubuh.
Naskah/Sutradara R. Eko Wahono. Tahun lupa. Di gedung teater Taman Budaya NTB. Lakon ini diangkat bersamaan dengan Hari Lingkungan Hidup Se Dunia.
Koreografer: Mas Wuwu.

Komentar
Posting Komentar