Workshop Teater

Catatan workshop teater di kampus Peternakan Universitas Mataram, 7-8 September 2022




Setelah masa pandemic covid berakhir, sejak 2020-2021 lalu menyisahkan beberapa catatan. Khususnya tentang geliat teater di kota Mataram. Dari segi penyelenggaraan, saya melihat nampak ada beberapa kemunduran. Mulai dari pemahaman tentang teknis penyelenggaraan workshop teater itu sendiri. Para panitia kurang memiliki referensi terhadap seni teater. Mereka masih menganggap kegiatan workshop teater tidak berbeda dengan kegiatan seminar atau diskusi yang diselenggarakan di kampus. 

kedua, tidak ada upaya dari panitia untuk melakukan riset atau pembacaan terhadap seni teater. Teater nampaknya masih teralienasi dari gairah anak-anak muda di kalangan kampus. Meski tidak secara generalisir terjadi terhadap pemahaman bidang seni teater. Karena, di luar itu, tidak sedikit anak-anak muda yang begitu bergairah untuk melakoni seni teater. Mereka melakukan dialog secara intens untuk membicarakan perihal yang menyangkut dunia teater. 

Workshop teater, idealnya mereka harus mempersiapkan diri secara khusus. Mulai dari memilih lokasi, pakaian yang mereka gunakan, hingga waktu yang sudah secara khusus mereka persiapkan untuk kebutuhan sebuah penyelenggaraan workshop teater. 

Dari pertanyaan yang muncul pada kesempatan itu, hampir sebagian besar adalah hal-hal teknis seperti bagaimana cara mendalami peran dalam satu lakon. Lalu, bagaimana latihan dasar vokal yang untuk menunjang performa aktor/aktris. 

Saya berharap, tahun depan mereka dapat memperbaiki baik dari segi teknis penyelenggaraan maupun persiapan para peserta workshop teater di fakultas Peternakan Universitas Mataram. Karena, mengikuti perkembangan teater di era milenial begitu sangat kompleks. Jadi, pertanyaannya apakah bidang seni teater memiliki korelasi dengan bidan keilmuan peternakanan? 

Sebagai disiplin ilmu pengetahuan, saya pikir semua yang ada di muka bumi ini memiliki hubungan satu dengan lainnya. Bukankah ketika seseorang hendak membuat kandang ayam atau kuda, idealnya memiliki sebuah konsep. Baik itu secara fisik bangunan maupun konsep untuk pemberdayaan peternakan itu sendiri. Mulai dari merancang konsep bangunan, luas area, hingga pemilihan bahan baku untuk membuat konstruksi bangunan ternak. 

Di dalam studi teater, hal itu juga tentu harus memiliki set rancang yang detail dan memiliki fungsi dalam pelaksanaannya. Mulai dari pemilihan konsep pertunjukan, apakah menggunakan procenium atau arena. Pemilihan naskah yang tepat, baik untuk aktor/aktris, hingga tema yang akan diusung. Lalu, merancang program proses latihan. Mulai dari riset, reading, eksplorasi hingga pertunjukan itu sendiri. 

 



Tentu, dalam setiap proses kita akan mendapatkan berbagai macam kendala. Mulai dari hal teknis internal maupun eksternal. Hal internal, misalnya tidak semua jadwal yang telah kita susun akan berjalan dengan mulus. Terkadang kita menemukan kendala pemain sakit atau berhalangan untuk hadir dalam proses latihan. Atau, dipenghujung proses kita mendapatkan tantangan minimnya dana operasional baik untuk keproduksian hingga dana pertunjukan. 

Hal eksternal juga tidak dapat kita abaikan begitu saja. Mencari aktor serta aktris yang memiliki integritas yang mumpuni juga bukan hal mudah. Minimnya penyelenggaraan kegiatan pentas atau sejenisnya yang menyangkut teater terkadang membuat iklim berteater memiliki dampak krisis keaktoran. Lalu penyakit klises lainnya adalah minimnya perhatian instansi terkait terhadap penyelenggaraan teater. 


Para pelaku teater adalah orang-orang yang gigih serta istiqomah dalam menjalani progres yang ia rancang. Mereka umumnya pantang menyerah dengan keadaan serta situasi yang sulit itu. Justru mereka membaliknya menjadi kekuatan untuk membuka jalan baru bagi keberlangsungan perjalanan teater itu sendiri. 

Komentar

Postingan Populer